Breaking News

Tatap Kejurnas 2026 Mandiri, Pengkab Muaythai Bengkalis Gelar TC di Rumah Beladiri Siwalima


BENGKALIS — Pengurus Kabupaten (Pengkab) Muaythai Bengkalis terus mematangkan persiapan para atlet yang akan berlaga di ajang Indonesia Muaythai Championship / Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai 4-9 Agustus 2026 di Kota Bekasi Jawa Barat. Saat ini, para atlet Muaythai Riau tengah menjalani Pemusatan Latihan (Training Center/TC) terpusat sejak Bulan Mei di Rumah Beladiri Siwalima, Bengkalis.

Pernyataan ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pengkab Muaythai Bengkalis, Asnawi. Ia menjelaskan bahwa dari jajaran atlet Riau yang dipersiapkan, terdiri dari 8 atlet Junior dan senior andalan asal Kabupaten Bengkalis yang sudah berprestasi baik di Liga nasional Muaythai maupun di Porprov Kuansing dan masuk dalam program pemusatan latihan ini. 

Mereka adalah M. Amira Khansa, Alfatih Lesnussa, Cahaya Aqila Lesnussa, Galank Ananda Dyra, Ananda Wahyu Wiraatmaja, Rizky Towel, Bunga Agtha Bidari, dan Nilam Lovenia. Mereka akan terus diikutsertakan dalam TC jangka panjang menuju persiapan Babak Kualifikasi PON 2027 menuju PON NTT/NTB 2028.

Selain atlet tuan rumah, Rumah Beladiri Siwalima Bengkalis juga menjadi kawah candradimuka bagi atlet dari daerah lain, yakni M. Ikhrom Badullah (Rokan Hilir), Aqil Jamik H. (Rokan Hulu), dan M. Briani (Pekanbaru). Sementara itu, tiga atlet asal Indragiri Hulu Atma Zaki, Al-Barra, dan Akhmad Naylul, menjalankan pemusatan latihan terpisah di Rengat.

"Meski berada dalam kondisi keterbatasan anggaran dan harus menggunakan biaya mandiri, Pengkab Muaythai Bengkalis melalui Pengprov Muaythai Riau tetap berkomitmen kuat mengutus para atlet untuk berpartisipasi," tegas Asnawi.

Ia menambahkan, keikutsertaan Riau di ajang nasional ini bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan juga bentuk dukungan organisatoris.

"Langkah ini merupakan bentuk pengakuan dan dukungan penuh Pengkab Muaythai Bengkalis dan Pengprov MI Riau terhadap kepemimpinan Pak La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) periode 2026–2030," ujarnya.

Untuk memastikan kesiapan teknis dan fisik, jajaran atlet saat ini digembleng langsung oleh Pelatih Nasional, Bung Sinyo, yang telah rekam jejaknya terbukti dalam melahirkan atlet-atlet Muaythai Riau berprestasi di tingkat nasional didampingi Asisten Pelatih Rio Firdian yang merupakan seorang disabilitas.

Waspada Pelatih Abal-Abal dan Sanksi Pemecatan Oknum Indisipliner
Di sisi lain, Asnawi menghimbau kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Bengkalis, terkait maraknya keberadaan pihak-pihak yang mengatasnamakan pelatih Muaythai padahal tidak memiliki kualifikasi resmi.

"Kami mengimbau masyarakat agar mewaspadai oknum yang mengklaim diri sebagai pelatih Muaythai tanpa kualifikasi yang sah. Sudah banyak atlet Muaythai Riau asal Bengkalis yang dulunya berprestasi di level nasional, justru karier dan prestasinya terjun bebas akibat ditangani oleh pelatih yang tidak kompeten," ungkap Asnawi.

Menanggapi keberadaan oknum tersebut, Asnawi menegaskan bahwa pihak organisasi telah mengambil langkah tegas demi menyelamatkan pembinaan olahraga Muaythai di Bengkalis.

"Oknum pelatih tersebut saat ini sudah diberikan sanksi tegas berupa pemecatan dan dikeluarkan dari keanggotaan Muaythai akibat tindakan indisipliner yang dilakukannya. Kami tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran disiplin yang merusak masa depan atlet dan nama baik organisasi serta merugikan pembinaan prestasi yang telah dijalankan pemerintah daerah," tegasnya.

Dengan adanya tindakan tegas ini, Pengkab Muaythai Bengkalis berharap pembinaan atlet ke depan dapat berjalan lebih profesional, terarah, dan terlindungi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Sumber  : Rilis
Editor     : Redaksi Media 3k3 Group

Type and hit Enter to search

Close