Penulis, RISNALDI.S.SI, KETUA HIMMI, Kepulauan Meranti- Tidak ada kebangkitan tanpa pengorbanan. Ini adalah hukum sejarah yang tidak pernah berubah. Setiap umat yang ingin bangkit harus siap membayar harga. Islam tidak pernah menjanjikan jalan mudah, tetapi menjanjikan jalan yang mulia.
Dan hari ini, salah satu ujian terbesar pengorbanan umat Islam adalah Palestina.
Allah SWT berfirman:
“Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana yang dialami orang-orang sebelum kamu?”
(QS. Al-Baqarah: 214)
Ayat ini terasa sangat hidup ketika kita menyaksikan penderitaan saudara-saudara kita di Palestina: rumah yang hancur, anak-anak yang syahid, masjid yang dirusak, dan hak hidup yang dirampas. Palestina bukan sekadar isu politik—ia adalah ujian iman dan solidaritas umat.
Pengorbanan: Bukan Sekadar Simpati, tetapi Tanggung Jawab
Pengorbanan dalam Islam bukan hanya empati di hati, tetapi tindakan nyata. Menangis tanpa bergerak tidak cukup. Marah tanpa arah tidak menyelesaikan masalah. Islam mengajarkan pengorbanan yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak.
Rasulullah SAW bersabda:
“Perumpamaan kaum mukminin dalam saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi adalah seperti satu tubuh. Jika satu anggota tubuh sakit, seluruh tubuh ikut merasakan demam dan tidak bisa tidur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist ini memiliki makna,jika Palestina berdarah dan umat Islam tetap nyaman, maka ada yang sakit dalam tubuh umat ini.
Rasulullah SAW dan Jiwa Pengorbanan untuk Umat Tertindas
Rasulullah SAW tidak pernah bersikap netral terhadap kezaliman. Beliau berdiri bersama yang tertindas, bahkan sebelum kenabian melalui Hilful Fudhul. Sepanjang hidupnya, beliau mengajarkan bahwa diam terhadap kezaliman adalah kegagalan moral.
Beliau bersabda:
“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangan; jika tidak mampu, dengan lisan; jika tidak mampu, dengan hati dan itu selemah-lemahnya iman.”
(HR. Muslim)
Palestina hari ini adalah kemungkaran yang nyata. Maka pengorbanan umat harus hadir sesuai kemampuan masing-masing.
Palestina: Cermin Kejujuran Persatuan Umat
Palestina bukan sekadar konflik wilayah, tetapi:
- tanah para nabi
- kiblat pertama umat Islam
- simbol penjajahan dan ketidakadilan global
Lebih dari itu, Palestina adalah cermin kejujuran persatuan umat Islam. Ketika umat sibuk bertengkar soal perbedaan kecil, Palestina terus dijajah. Ketika umat lemah secara ekonomi dan politik, Palestina terus menjadi korban.
Allah SWT mengingatkan:
“Dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi lemah dan hilang kekuatanmu.”
(QS. Al-Anfal: 46)
Pengorbanan Generasi Hari Ini: Apa yang Harus Dilakukan untuk Palestina?
Pengorbanan umat hari ini termasuk Gen Z tidak selalu dengan senjata, tetapi dengan kesadaran, konsistensi, dan kontribusi nyata.
1. Pengorbanan Kesadaran dan Keberpihakan
Berpihak kepada yang tertindas adalah kewajiban moral. Jangan netral dalam kezaliman. Pelajari sejarah Palestina agar tidak mudah terprovokasi narasi palsu.
2. Pengorbanan Harta
Zakat, infak, sedekah, dan wakaf untuk Palestina adalah bentuk jihad harta. Mungkin kecil nilainya, tetapi besar di sisi Allah jika dilakukan konsisten.
Allah SWT berfirman:
“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakannya?”
(QS. Al-Baqarah: 245)
3. Pengorbanan Suara dan Pengaruh
Gunakan media sosial untuk membela kebenaran, bukan sekadar hiburan. Suara umat adalah senjata moral. Diam adalah kemenangan bagi penindas.
4. Pengorbanan Gaya Hidup
Boikot produk pendukung kezaliman adalah bentuk pengorbanan ekonomi. Ini bukan sekadar simbol, tetapi tekanan moral dan pasar.
5. Pengorbanan Doa dan Spirit Iman
Doa bukan pelarian, tetapi senjata orang beriman. Palestina harus hadir dalam doa-doa kita, khutbah, kajian, dan kesadaran kolektif umat.
Hikmah Palestina bagi Kebangkitan Umat
1. Palestina Menguji Kejujuran Iman
Apakah iman hanya ritual, atau keberpihakan pada keadilan?
2.Palestina Menelanjangi Kelemahan Umat
Lemahnya ekonomi, politik, dan persatuan umat terlihat jelas dari ketidakberdayaan kolektif.
3. Palestina Menjadi Panggilan Bangkit
Selama Palestina terjajah, umat tidak boleh merasa sudah menang.
Pesan untuk Generasi Z
Jika generasi sahabat diuji dengan pedang, maka Gen Z diuji dengan kenyamanan, distraksi, dan sikap apatis. Membela Palestina hari ini mungkin tidak membuatmu viral, tetapi ia menjaga kemanusiaan dan kehormatan imanmu.
Pengorbanan Gen Z hari ini adalah:
- tetap peduli saat dunia ingin lupa
- tetap istiqamah saat isu Palestina tidak lagi trending
- membangun diri agar suatu hari umat punya kekuatan nyata
Dapat disimpulkan Pengorbanan adalah bukti cinta. Cinta kepada Allah, Rasul-Nya, umat, dan nilai keadilan. Palestina mengajarkan satu hal besar: umat yang ingin bangkit harus berani berkorban, bukan hanya bersedih.
Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa jalan kemuliaan selalu melewati ujian berat.
Dan selama Palestina belum merdeka, pengorbanan umat belum selesai
Editor : B'76


Social Footer